Business

Business

TERKINI:

Polsek Medan Labuhan Ringkus Curat

MEDAN,JOC.CO.ID-Tim Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Medan Labuhan berhasil meringkus dua orang pelaku pencurian dengan pemberatan (Curat) spesialis nasabah bank, yang telah beraksi di dua lokasi di wilayah hukum Polsek Medan Labuhan.

Peristiwa perampokan ini berawal, ketika korban atas nama Syahrani pada Selasa (5/3) sekira pukul 15.00 Wib mengambil uang dari Bank Mandiri Cabang Belawan.

Usai mengambil uang, korban menyimpan uang tersebut di bawah Jok sepeda motor miliknya dan selanjutnya korban memarkirkan sepeda motornya di Kolam Pancing Maharani yang berlokasi di Kelurahan Nelayan Indah Kecamatan Medan Labuhan.

Tidak lama kemudian, korban mendengar teriakkan, lalu korban mengejarnya dan melihat uang yang disimpan di jok sepeda motor miliknya sudah raib.

Mengalami hal tersebut, korban melaporkan peristiwa yang dialaminya ke Polsek Medan Labuhan, sesuai dengan LP/141/III/SU/PEL.BLW/SEK.MEDAN LABUHAN, tertanggal 05 Maret 2019.

Bukan Syahrani saja menjadi korban, ternyata Jane juga menjadi korban kejahatan ketiga pelaku tersebut, sesuai dengan LP/219/III/SU/PEL.BLW/SEK.MEDAN LABUHAN, tertanggal 14 Maret 2019.

Informasi yang diperoleh, diketahui identitas pelaku yang berjumlah tiga orang yakni RS (43) dan ESP (28) warga Kelurahan Sei.Mati Kecamatan Medan Labuhan, sedangkan G (32) jalan Krakatau Medan masih buron.

Kapolsek Medan Labuhan saat mendengar pengakuan dari para tersangka Saat Konferensi Pers, Kamis (21/3) sekira pukul 10.00 Wib tepatnya di Mapolsek Medan Labuhan, Kapolsek Medan Labuhan Kompol Rosyid Hartanto SH SIK MH didampingi oleh Waka Polsek AKP Ponijo dan Kanit Reskrim Iptu Bonar H Pohan SH menjelaskan bahwa tersangka RS diringkus di Jalan Selebes Belawan.

Lalu ESP diringkus di pintu keluar jalan Tol Mabar Kecamatan Medan Deli, sedangkan G masih buron dan disarankan untuk segera menyerahkan diri.

Kapolsek juga menambahkan bahwa tersangka RS berperan sebagai joki sepeda motor merk Honda Supra X warna hitam milik tersangka G yang digunakan untuk melakukan kejahatan.

ESP berperan sebagai supir dan pemilik mobil merk Toyota Cayla BK 1366 FK juga bertugas memantau para nasabah yang keluar dari Bank dan selanjutnya menginformasikan kepada tersangka RS dan G untuk mengikuti korban.

Sedangkan tersangka G (DPO) berperan sebagai pengambil uang korban yang sudah mengetahui tempat penyimpanannya.

“Dari hasil penyelidikan dan Interogasi, para tersangka mengakui di TKP (Tempat Kejadian Perkara) I para tersangka memperoleh bagian yakni tersangka RS sebanyak Rp. 20 juta, ESR sebanyak Rp. 20 juta sedangkan G sebanyak Rp. 35 juta.

Selanjutnya di TKP II tersangka mengakui mendapat bagian yaitu tersangka RS sebanyak Rp. 10 juta, ESP sebanyak Rp. 10 juta dan G sebanyak Rp. 20 juta,” jelas Kapolsek sembari mengatakan untuk barang bukti dan tersangka sudah diamankan di Mapolsek Medan Labuhan serta menghimbau agar tersangka G segera menyerahkan diri.

Dalam hal ini, korban atas nama Syahrani dan Janie masing-masing mengalami kerugian diantaranya berkisar Rp. 75.600.000 dan Rp. 40.000.000. Akibat perbuatannya para tersangka terancam hukuman 7 tahun penjara. (Toir Simanjuntak)

Contact Form

Name

Email *

Message *